Banyak hal yang saya anggap penting sewaktu
kecil dulu, menjadi sepele seiring bertambahnya usia saat ini. Sebut saja
kongkow kebahagian, baju baru di hari raya, pandangan orang lain tentang
saya, teman ngopi di warkop, dan perayaan ulang tahun. Usia ke 21 tahun tidak
seperti saya masih sekolah dulu, bahkan sedang kuliah, saya sebut tanggal 9
Agustus adalah keramat. Bukan hanya saya, kalau bisa keluarga,teman dekat, dan
orang-orang yang saya kenal harus ikut merayakannya. Baik dengan hadiah ataupun
sebuah ucapan “Selamat Ulang Tahun” itu mah udah biasa dalam kehidupan saya.
Tak seperti hari-hari biasanya, bangun dishubuh
hari sekali. Mendengar nada dering Whatshap sebagai kedatangan mentari pagi
sebagai pengantar doa yang terbaik untuk diri pribadi.
Ya Allah, kini aku makin dewasa, mencoba
mengais hidup, mencoba menerjang hidup, ajarkan aku untuk selalu merasa dan
mengucap syukur kepada mu atas berkat dan karuniaMu.
Ya Allah, hari ini bertambah usia dalam
hitunganKu dan berkurang pula usia dalam hitunganMu.
Tidak terasa..........
Hari demi hari terus berganti, minggu ke minggu
terasa singkat sekali, bulan pun kian beganti bulan, tanun berganti tahun,
Allah.
Singkat sekali rasanya. 21 tahun, Ya Allah
terima kasih sudah menambah umurku satu tahun lagi, entah berapa umur lagi yang
nanti Engkau berikan kepada hambaMu ini, tapi yang ku mohon dan ku harapkan
berikan kesempatan untuk berbuat terbaik dalam menjalani episode kehidpuan
ini.
Ya
Allah, terima kasih untuk setahun yang luar biasa yang engkau berikan kepadaku,
terima kasih untuk jalan yang engkau lapangkan, dan segala kemudahan yang
engkau berikan.
Ya
Allah, terima kasih untuk pelajaran yang kau berikan, bahwa semua akan indah
pada waktunya, engkau bukakan mataku, bahwa kehidupan pahit dan perih, rancanganmu
selalu yang terbaik dan indah.
Setahun
ini aku banyak belajar tentang hidup. Belajar bahwa semua yang ada di dunia ini
hanya milikmu semata. Semuanya bisa kau ambil kapan saja dan kau gantikan
dengan kehendakmu. Allah yang baik, ajarkanlah padaku agar tidak meminta
kembali apa yang sudah hilang, tapi ajarkan padaku untuk percaya bahwa apa yang
engkau berikan adalah yang terbaik. Kupasrahkan setiap tarikan napasku, setiap
langkahku hanya kepadamu sekarang dan selamanya.
Ya
Allah, aku ingin berdoa untuk kedua orang tuaku dan keluarga sederhanaku. Ya
allah yang baik, berikan kesehatan,, perlindungan dan cintamu untuk mereka.
Dalam setiap pinta dan doaku, berharap agar aku bisa menjadi anak yang dapat
membaggakan. Berkahilah usiaku agar aku dapat hidup dan menjadi bermanfaat bagi
umatmu yang lain. Jadikan aku termasuk ke dalam hambamu yang senantiasa
bersyukur terhadap rezeki dan anugrah yang engkau berikan. Jadikanlah sisa
hidupku sebagai kebahagiaan, menjadi pemenang dalam kehidupanku. Ya Allah
riidho mu adalah langkah perjalanan hidupku.
Terima
kasih, keluargaku...
Kalian mengajarkan bagaimana menjalani hidup seharusnya dengan usaha tanpa
kenal lelah dan dengan tangan sendiri. Bukan dengan gelimpangan uang (walaupun
sebenarnya karena memang kita tidak punya, atau segala bentuk jalan pintas
untuk mencapai puncak harapan.
Terima
kasih, teman...
Kalian membantuku bangkit dengan pelukan, walaupun terkadang memaksa saya harus
bangkit dengan tamparan. Namun kita sama-sama tahu bahwa pelukan dan tamparan
pada dasarnya hanyalah cara untuk membuat kita sama-sama menggapai mimpi yang
sering kita tertawakan karena keseringan kita menganggap mimpi kita terlalu
tinggi. Kita sering tidak sadar bahwa tangan kita masih terlalu kecil untuk dapat
memeluk gunung yang besar. Tapi ketidakpedulian kita terhadap ukuran tangan
kita yang saya anggap sebagai kehebatan kita, kawan.

Mantap master 👍👍
BalasHapusAmpun...
BalasHapus