Desember dan Luka
Bersama ini...
Tahun akan segera berganti.
Yang berlarut-larut akan segera surut.
Dan yang menunggu, mungkin akan segera bertemu.
Lalu apa kabar dengan luka.
Banyak banget yang udah berubah.
Dari aku yang ingin menjadi seseorang.
Sampai seseorang yang ingin menjadi aku.
Jangan bingung dengan pikiran orang lain.
Saya ingin menjadi kamu.
Tapi seorang kamu pasti punya.
Kita tidak bisa melihatnya hanya dari sisi nyamannya saja.
Sejauh ini kita beda.
Seorang yang tadi ternyata bukan kamu.
Kisah dan dongeng kita juga tidak sama.
Aku yang sejatinya pura-pura tegar akan juga luruh di suatu hari nanti.
Dengan luka yang aku bangun sendiri.
Diam hanya akan memakan kamu dan waktumu saja.
Pergilah, dunia tidak terlalu buruk. Hanya saja kadang lelah, rindu dan rapuh datang nya tidak tahu waktu .
Aku tau resolusiku tahun ini semuanya luruh. Aku tau betapa payah nya diriku tahun ini. Aku Yak begitu tegar ternyata. Aku tidak begitu konsisten, tapi aku butuh hidup yang layak bersama mu.
Sama seperti hal-hal yang indah dibayangkan oleh pemimpi.
Akupun punya mimpi. Meskipun mimpinya tidak beraturan. Setiap jalan pasti akan ada lubang. Setiap perjuangan pasti akan selalu ada luka bahkan duka atau yang lebih menyakitkan lagi. Kamu itu bisa, hanya saja kurang sedikit mencoba. Mereka yang sudah besar pernah mencoba dengan luka yang berdarah-darah. Tidak mudah memang menjadi manusia apalagi menjadi yang setia. Kamu bukan hanya segumpal daging, jiwamu besar dan harimu akan panjang kedepan. Lalu mau sampai sini saja?Desember sudah datang, sebentar lagi tahun ini akan pergi. Untuk yang mudah mengenang lepaskan saja.
Bersama ini...
Tahun akan segera berganti.
Yang berlarut-larut akan segera surut.
Dan yang menunggu, mungkin akan segera bertemu.
Lalu apa kabar dengan luka.
Banyak banget yang udah berubah.
Dari aku yang ingin menjadi seseorang.
Sampai seseorang yang ingin menjadi aku.
Jangan bingung dengan pikiran orang lain.
Saya ingin menjadi kamu.
Tapi seorang kamu pasti punya.
Kita tidak bisa melihatnya hanya dari sisi nyamannya saja.
Sejauh ini kita beda.
Seorang yang tadi ternyata bukan kamu.
Kisah dan dongeng kita juga tidak sama.
Aku yang sejatinya pura-pura tegar akan juga luruh di suatu hari nanti.
Dengan luka yang aku bangun sendiri.
Diam hanya akan memakan kamu dan waktumu saja.
Pergilah, dunia tidak terlalu buruk. Hanya saja kadang lelah, rindu dan rapuh datang nya tidak tahu waktu .
Aku tau resolusiku tahun ini semuanya luruh. Aku tau betapa payah nya diriku tahun ini. Aku Yak begitu tegar ternyata. Aku tidak begitu konsisten, tapi aku butuh hidup yang layak bersama mu.
Sama seperti hal-hal yang indah dibayangkan oleh pemimpi.
Akupun punya mimpi. Meskipun mimpinya tidak beraturan. Setiap jalan pasti akan ada lubang. Setiap perjuangan pasti akan selalu ada luka bahkan duka atau yang lebih menyakitkan lagi. Kamu itu bisa, hanya saja kurang sedikit mencoba. Mereka yang sudah besar pernah mencoba dengan luka yang berdarah-darah. Tidak mudah memang menjadi manusia apalagi menjadi yang setia. Kamu bukan hanya segumpal daging, jiwamu besar dan harimu akan panjang kedepan. Lalu mau sampai sini saja?Desember sudah datang, sebentar lagi tahun ini akan pergi. Untuk yang mudah mengenang lepaskan saja.
Untuk yang mudah menggenang menangislah.
Karena ia belum bisa membuat yang terbaik untuk dirimu.
Kau tau.
Dirimu butuh yang abadi.
Tidak goyah dan tidak mudah patah.
Yang peran nya selalu di nanti manusia esok hari.
Kadang ia ingat dengan senyumannya.
Meski luka belum kering.
Tapi hati akan bilang.
Tenang, enggak harus ini juga kok, kita harus pelan-pelan melupakan yang harusnya menyakitkan.
Yang ingin kita tersenyum banyak.
Kasian kalau mereka tau duka kita saja.
Perlahan harus tenang.
Agar kedepannya nya kita sama-sama nyaman.
Terimakasih Desember untuk hari-harinya di tahun ini dan selamat datang tahun selanjutnya.
Aku Senang. Hehehe..
Desember dan Luka
