Minggu, 09 Agustus 2020

Ucapan dan Harapan

 

Banyak hal yang saya anggap penting sewaktu kecil dulu, menjadi sepele seiring bertambahnya usia saat ini. Sebut saja kongkow kebahagian, baju baru di hari raya, pandangan orang lain tentang saya, teman ngopi di warkop, dan perayaan ulang tahun. Usia ke 21 tahun tidak seperti saya masih sekolah dulu, bahkan sedang kuliah, saya sebut tanggal 9 Agustus adalah keramat. Bukan hanya saya, kalau bisa keluarga,teman dekat, dan orang-orang yang saya kenal harus ikut merayakannya. Baik dengan hadiah ataupun sebuah ucapan “Selamat Ulang Tahun” itu mah udah biasa dalam kehidupan saya.

Tak seperti hari-hari biasanya, bangun dishubuh hari sekali. Mendengar nada dering Whatshap sebagai kedatangan mentari pagi sebagai pengantar doa yang terbaik untuk diri pribadi.

Ya Allah, kini aku makin dewasa, mencoba mengais hidup, mencoba menerjang hidup, ajarkan aku untuk selalu merasa dan mengucap syukur kepada mu atas berkat dan karuniaMu.

Ya Allah, hari ini bertambah usia dalam hitunganKu dan berkurang pula usia dalam hitunganMu.

Tidak terasa..........

Hari demi hari terus berganti, minggu ke minggu terasa singkat sekali, bulan pun kian beganti bulan, tanun berganti tahun, Allah.

Singkat sekali rasanya. 21 tahun, Ya Allah terima kasih sudah menambah umurku satu tahun lagi, entah berapa umur lagi yang nanti Engkau berikan kepada hambaMu ini, tapi yang ku mohon dan ku harapkan berikan kesempatan untuk berbuat terbaik dalam menjalani episode kehidpuan ini.

Ya Allah, terima kasih untuk setahun yang luar biasa yang engkau berikan kepadaku, terima kasih untuk jalan yang engkau lapangkan, dan segala kemudahan yang engkau berikan.

Ya Allah, terima kasih untuk pelajaran yang kau berikan, bahwa semua akan indah pada waktunya, engkau bukakan mataku, bahwa kehidupan pahit dan perih, rancanganmu selalu yang terbaik dan indah.

Setahun ini aku banyak belajar tentang hidup. Belajar bahwa semua yang ada di dunia ini hanya milikmu semata. Semuanya bisa kau ambil kapan saja dan kau gantikan dengan kehendakmu. Allah yang baik, ajarkanlah padaku agar tidak meminta kembali apa yang sudah hilang, tapi ajarkan padaku untuk percaya bahwa apa yang engkau berikan adalah yang terbaik. Kupasrahkan setiap tarikan napasku, setiap langkahku hanya kepadamu sekarang dan selamanya.

Ya Allah, aku ingin berdoa untuk kedua orang tuaku dan keluarga sederhanaku. Ya allah yang baik, berikan kesehatan,, perlindungan dan cintamu untuk mereka. Dalam setiap pinta dan doaku, berharap agar aku bisa menjadi anak yang dapat membaggakan. Berkahilah usiaku agar aku dapat hidup dan menjadi bermanfaat bagi umatmu yang lain. Jadikan aku termasuk ke dalam hambamu yang senantiasa bersyukur terhadap rezeki dan anugrah yang engkau berikan. Jadikanlah sisa hidupku sebagai kebahagiaan, menjadi pemenang dalam kehidupanku. Ya Allah riidho mu adalah langkah perjalanan hidupku.

Terima kasih, keluargaku...
Kalian mengajarkan bagaimana menjalani hidup seharusnya dengan usaha tanpa kenal lelah dan dengan tangan sendiri. Bukan dengan gelimpangan uang (walaupun sebenarnya karena memang kita tidak punya, atau segala bentuk jalan pintas untuk mencapai puncak harapan.

Terima kasih, teman...
Kalian membantuku bangkit dengan pelukan, walaupun terkadang memaksa saya harus bangkit dengan tamparan. Namun kita sama-sama tahu bahwa pelukan dan tamparan pada dasarnya hanyalah cara untuk membuat kita sama-sama menggapai mimpi yang sering kita tertawakan karena keseringan kita menganggap mimpi kita terlalu tinggi. Kita sering tidak sadar bahwa tangan kita masih terlalu kecil untuk dapat memeluk gunung yang besar. Tapi ketidakpedulian kita terhadap ukuran tangan kita yang saya anggap sebagai kehebatan kita, kawan.

 

2 komentar:

Ilmu Jitu Berpikir

Mind Maping pertama kali dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang Psikolog dari Inggris. Beliau adalah penemu  Mind Map (Peta Pikiran), Ketua Y...