Jumat, 17 April 2020

Materi Manajemen Reputasi PR Digital



Manajemen Reputasi PR Digital
Didalam sebuah perusahaan atau organisasi, reputasi sangatlah diperlukan. Sama halnya dengan citra, reputasi perlu diciptakan guna meningkatkan kualitas perusahaan/organisasi. Menciptakan suatu reputasi baik tidaklah mudah, kehilangan reputasi yang baik jauh lebih gampang dibanding usaha untuk membangunnya. Mempertahankan reputasi seseorang tidaklah mudah, apalagi mempertahankan reputasi yang baik dari perusahaan. Tidak perlu memerlukan waktu lama untukmeruntuhkan reputasi, tetapi perlu waktu bertahun-tahun untuk menciptakan sebuah reputasi yang dianggap baik.
Ada atau tidaknya reputasi tergantung perilaku dan persepsi stakeholder. Stakeholder tidak hanya pemegang saham, tetapi juga juga karyawan, pelanggan,bahkan pemerintah. Luasnya cakupan khalayak ini menyebabkan upaya dalam membangun reputasi membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan membangun citra. Karena masing-masing khalayak memiliki kepentingan dan kebutuhan berbeda-beda. Sehingga reputasi merupakan aset yang sangat penting dalam sebuah perusahaan / organisasi. Maka dari itu di era digital zaman ini, perusahaan  memerlukan manajemen reputasi yang efektif.
Sebelum masuk ke dalam manajemen reputasi, ada sebaiknya kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan reputasi. Reputasi secara umum adalah suatu nilai yang diberikan kepada individu, institusi atau negara. Reputasi tidak bisa diperoleh dalam waktu singkat karena harus dibangun bertahun-tahun untuk menghasilkan sesuatu yang bisa dinilai oleh publik. Hal itu merupakan tujuan sekaligus prestasi yang hendak dicapai bagi dunia Public Relations. Menurut John Dalton – Managing Corporate Reputation Reputasi adalah total penilaian dari atribut-atribut stakeholder pada perusahaan, berdasarkan pada persepsi-persepsi mereka dan interpretasi-interpretasi pada image/citra perusahaan yang dikomunikasikan secara terus menerus. Sehingga untuk membuat suatu reputasi benar-benar harus memiliki langkah dan perencanaan yang tepat dan berjalan terus menerus dengan menjadi pendengar apa yang dikatakan para stakeholder perusahaan. Tidak heran jika sebuah perusahaan berusaha keras untuk tetap mempertahankan reputasinya.
Beranjak dari pengertian reputasi, maka kita akan masuk ke manajemen reputasi pada era sekarang, yaitu era digital. Manajemen sendiri adalah salah satu hal yang diperhatikan ketika kita membicarakan tentang organisasi. Dalam setiap step manajemen, komunikasi mengambil peranan didalamnya. Manajemen itu sendiri merupakan kebiasaan yang dilakukan secara sadar dan terus menerus dalam membentuk organisasi.  James A.F. Stoner  mendefinisikan Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengendalikan usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Maka dapat dikatakan mengenai pengertian Manajemen Reputasi adalah sebagai sebuah ilmu tentang perencanaan, pelaksanaan & pengevaluasian segala hal yang berkaitan dengan reputasi.
Hal ini merupakan tugas yang berat bagi sebuah perusahaan, terutama untuk seorang praktisi PR. Namun Pengelolaan reputasi merupakan tanggung jawab bersama, tidak cukup hanya dibebankan pada bagian PR atau bahkan pimpinan perusahaan semata. Sebaliknya, tanpa dukungan dari pihak internal perusahaan, maka usaha untuk mempertahankan reputasi terbilang sia-sia, tidak ada kemajuan. Menurut Andrew Griffin, reputasi yang baik berasal dari nilai-nilai hidup, memberikan apa bagi pelanggan, membuat keputusan yang baik, memenuhi dan melampaui standar kinerja dan menunjukkan perilaku yang baik di seluruh organisasi.
Repurtasi diawali dari identitas organisasi sebagai starting point atau titik pertama yang tercermin dalam :
  1. Nama perusahaan
  2. Penampilan fisik (sarana prasarana)
  3. Materi/media komunikasi
  4. Non fisik
  5. Pola interaksi
  6. Pola pelayanan, gaya kerja dan interaksi internal/eksternal

Reputasi mencerminkan persepsi publik terkait mengenai tindakan-tindakan organisasi yang telah berlalu dan prospek organisasi di masa datang, tentunya dibandingkan dengan organisasi sejenis atau pesaing. Adapula dasar-dasar membangun reputasi:
  1. Komunikasi. Komunikasi merupakan kegiatan yang penting bagi perusahaan dalam membangun reputasi atau citra positif dimata publiknya (Robert D. Ross). Komunikasi sangat penting untuk menyampaikan apa sebenarnya yang terjadi , sehingga terhindar dari opini merugikan ditengah masyarakat. Fungsi PR salah satunya adalah melakukan “manajemen komunikasi” antara organisasi yang diwakilinya dengan publiknya.
  2. Sikap profesional. Bekerja bukan hanya soal skill, tetapi juga sikap. Seorang praktisi PR adalah seorang yang bekerja sesuai fungsi dan kode etik PR.
  3. Kepercayaan Publik. Kepercayaan publik adalah hal yang sangat penting. Sehingga diperlukan keterbukaan dalam informasi dan komunikasi dengan publik.
  4. Inovasi. Seperti inovasi produk, di era global peran inovasi menentukan keberhasilan perusahaan. tidak melulu tentang produk atau hal yang baru, tetapi dapat menciptakan lompatan nilai tambah untuk konsumen khalayak.
  5. Tanggung Jawab Sosial. Tidak melulu memerhatikan soal keuntungan, suatu perusahaan juga perlu peduli terhadap lingkungan sosial di masyarakat.
  6. Kualitas layanan konsumen. Kualitas layanan yang baik bukanlah berdasarkan persepsi perusahaan/organisasi, melainkan persepsi konsumen itu sendiri.
  7. Responsif terhadap feedback publik. Seorang PR harus mampu menjalin komunikasi yang baik dengan publik, sehingga mendapatkan feedback yang baik pula baik secara internal maupun eksternal.

Dalam Manajemen Reputasi, Media relation menjadi bagian sangat penting dalam menjaga reputasi dan kepercayaan public terhadap organisasi/perusahaan. Menjaga reputasi melalui media relations berarti membuka diri terhadap publik organisasi. Membuka diri artinya memberian info seluasluasnya kepada publik. Dan sebagai seorang Praktisi PR tentu harus mengembangkan strategi dan menjaga reputasi.
Di zaman perubahan media seperti sekarang ini, didorong oleh perkembangan media sosial, reputasi perusahaan seakan berada di luar kendali.  Media kini semakin suit dikontrol. Saat ini komunikasi yang berlangsung antara perusahaan dan khalayak lebih bersifat dua arah, berbeda dengan pada saat menggunakan media konvensional. Sekarang, tiap khalayak dapat berkomentar pada media sosial dan dengan sekejap mata langsung tersebar di jagat maya. Maka dari itu, seorang Praktisi PR dapat menyusun strategi dan taktik yang tepat mengenai manajemen reputasi. Tantangan utama PR di era digital ini ialah bagaimana membentuk perencanaan komunikasi terhadap publik guna mempertahankan reputasi itu sendiri.
Sumber






Senin, 13 April 2020

Materi Budgeting Event




Budgeting Event
PENGERTIAN BUDGET ?
Budgeting dalam bahasa Indonesia disebut dengan penganggaran. Budgeting merupakan rencana perkiraan pengeluaran dana atau biaya (dinyatakan dalam unit moneter) perusahaan yang terjadi akibat adanya aktivitas atau kegiatan operasional untuk menghasilkan produk atau jasa dan berlaku dalam 1 periode tertentu.
Sederhananya, budgeting itu mempersiapkan anggaran dana yang kira-kira akan di keluarkan di periode selanjutnya. Jadi perusahaan bisa mempersiapkan anggaran tersebut dan menekan biaya yang tidak diperlukan kedepannya. Budgeting sama seperti planning ketika sedang akan liburan. Setiap individu harus mempersiapkan hotel, uang, akomodasi, pakaian, peralatan mandi yang kira-kira akan digunakan selama liburan.
TUJUAN BUDGETING & BUDGET ?
Setiap pelaku bisnis menyusun budgeting untuk mempersiapkan pengeluaran yang secara umum pasti akan terjadi di aktivitas operasional selanjutnya. Menurut Nafirin (2004) tujuan penyusunan budgeting antara lain:
  1. Membantu perusahaan dalam memberikan batasan atas jumlah dana yang akan dicari dan dikeluarkan. Untuk landasan yuridis formal dalam menentukan suatu sumber dan investasi dana.
  2. Membantu manajemen terkait untuk melakukan pengawasan karena adanya rincian sumber dana dan investasi di dalam anggaran.
  3. Merasionalkan sumber dan investasi dana.
  4. Untuk menyempurnakan rencana yang telah disusun.
  5. Membantu manajemen untuk menampung dan menganalisis serta membuat keputusan dalam aktivitas operasional perusahaan.
Sedangkan menurut pendapat Cristina (2001:4) tujuan dalam menyusun anggaran adalah
  • Membantu perusahaan untuk menyatakan harapan atau sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga mengarahkan manajemen untuk menghindari kerancuan dan memberikan arah kepada tujuan yang telah ditentukan perusahaan sebelumnya.
  • Sebagai alat komunikasi manajemen untuk menjadikan budget lebih dimengerti, didukung dan dijalankan.
  • Untuk menyajikan rencana yang terperinci mengenai kegiatan dengan maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas.
  • Membantu manajemen untuk melakukan koordinasi cara dan metode yang akan di lakukan nantinya, sebagai bagian dalam memaksimalkan sumber daya perusahaan.
  • Sebagai alat pengukur dan pengendalian kerja bagi setiap tim departemen atau individu.

            Setiap perusahaan atau pemilik bisnis event pasti memiliki tujuan ketika memutuskan untuk menyusun budgeting bagi operasional mereka. Hal yang terpenting sebelum menyusun anggaran adalah tentukan dahulu goals perusahaan atau bisnis event anda. Sehingga anda memiliki dasar untuk membuat budgeting yang sesuai nantinya.

KENAPA MENERAPKAN BUDGETING PADA PERUSAHAAN?

Budgeting banyak diterapkan pada banyak usaha baik bisnis, event mulai dari UKM (Usaha Kecil Menengah) hingga ruang lingkup bisnis yang sudah besar. Setelah mengetahui tujuan perusahaan dan tujuan dalam menyusun anggaran, maka anda juga berhak mengetahui kelebihan-kelebihan yang akan di dapatkan ketika perusahaan menggunakan budgeting selama periode berjalan.
  1. Budgeting Adalah Pedoman Anggaran Perusahaan
  2. Budgeting Adalah Alat Pendukung Riview Kerja
  3. Budgeting Adalah Pengawas Anggaran Perusahaan
  4. Budgeting Adalah Proses Yang Menekan Resiko Penggelapan Dana

IMPLEMENTASI BUDGETING

Setelah mengetahui pengertian, tujuan dan kelebihan budgeting, langkah selanjutnya adalah menyiapkan tim yang dibutuhkan untuk menyusun anggaran. Bentuk lah tim yang terdiri dari finance dan setiap kepala departemen. Finance bertujuan untuk mengawasi keuangan perusahaan dan memberikan masukan kepada setiap kepala departemen yang terlibat. Kepala departemen bertujuan untuk memberikan data dana anggaran yang kira-kira dibutuhkan untuk periode selanjutnya.

KARAKTERISTIK BUDGETING YANG BAIK MENURUT GUNAWAN & ASRI (2003)

Menurut Gunawan dan Asri (2003), ada beberapa karakterisik penting yang harus diaplikasikan kepada perencanaan budgeting perusahaan. Beberapa karakteristik penting budget adalah:
Budgeting Harus Bersifat Realitis
Artinya harus sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan. Tidak sengaja melebihkan untuk mendapatkan ekspetasi lebih walau secara laporan yang ada hal itu tidak mungkin.
Budgeting Harus Bersifat Fleksibel
Dapat menyesuaikan dengan kondisi. Misalkan anggaran untuk listrik setiap bulan adalah Rp. 1,000,000. Tetapi pada bulan ke sekian listrik mengalami kenaikan menjadi Rp. 1,500,000. Budget pun harus luwes dan diubah. Tapi tetap selidiki dulu jika harus melakukan perubahan anggaran dalam periode perjalan.
Budgeting Harus Bersifat Kontinu
Budget adalah proses yang harus diperhatikan secara terus menerus, supaya biaya yang dikeluarkan tidak melenceng dan sesuai dengan yang telah disusun dan penerimaan minimal sesuai dengan yang diperkirakan.
Budgeting Harus Telekomunikasi Dengan Baik
Komunikasi merupakan kunci utama dalam kesuksesan budgeting. Sebab ketika ada kendala, maka pihak yang terkait harus segera melakukan komunikasi agar tidak terjadi fraud dalam anggaran. Ditambah, budgeting harus sesuai dengan rencana. Jangan sampai suatu departemen mengeluarkan dana melebihi budget yang ditentukan, karena adanya salah komunikasi.
Dapat Memberikan Motivasi Pada Anggota Perusahaan
Motivasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah disepakati bersama. Anggaran merupakan salah satu misi untuk mencapai visi perusahaan. Maka dari itu penyusunannya harus bisa memberikan motivasi bagi anggota untuk tetap menjaga biaya yang dikeluarkan dan penerimaan yang diperkirakan sesuai. Sehingga Budgeting penting untuk menjadi realistis namun tetap optimis.
Mendorong Adanya Partisipasi
Mendorong para pekerja untuk sama-sama berpatisipasi dalam menyusun dan menjalankan anggaran. Dengan adanya pastisipasi, maka perusahaan akan mendapatkan banyak masukan atau saran dan mereka akan merasa dilibatkan untuk kemajuan perusahaan.




Sabtu, 11 April 2020

Materi Media Website PR Digital


Media Website PR Digital
Internet dan Website dalam PR Digital
Karakteristik dari internet adalah media berbasis teknologi, fleksibel, potensi interaktif, berfungsi secara privat dan publik, memiliki aturan yang rendah dan keterhubungan. Karakteristik-karakteristik ini membuat internet tidak dianggap media massa secara penuh mengingat tidak adanya suatu badan atau organisasi yang memiliki, mengendalikan, dan mengelolanya (Prayudi, 2007, h.101). Produk atau aplikasi dari internet adalah e-mail, situs web, chat room, blog, webcam, dan webconference. Aplikasi-aplikasi tersebut memiliki kemampuan, fungsi, karakteristik dan cara penggunaan masing-masing. Tidak ada batasan atau aturan yang mengikat bagi khalayak untuk menggunakan aplikasi internet. Oleh karena itu, khalayak mendapat kebebasan dan peluang yang besar untuk membangun atau memperbaiki citra dan reputasi perusahaan. Selain itu kebebasan ini membuat arus informasi dan komunikasi bisa berjalan tanpa henti dan tak terbatas ruang serta waktu.
Sedangkan Kriyantono (2012), memberikan penjelasan mengenai karakteristik internet sebagai berikut:
  1. Desentralisasi, diartikan dengan sumber informasi yang tidak hanya berasal dari satu pihak. Namun siapapun dapat menjadi sumber informasi tersebut.
  2. Kemampuan tinggi, dikarenakan tidak lagi terhambat oleh pemancar sinyal. Karena menggunakan satelit dan kabel.
  3. Timbal balik langsung, karena ada interaksi langsung antara sumber dan penerima.
  4. Fleksibilitas pada isi, bentuk, atau penggunaan, dan
  5. Menyediakan fasilitas komunikasi impersonal dan personal sama baiknya.
Selain itu, Kriyantono (2012) juga menjelaskan bahwa ada banyak sarana yang diberikan internet sebagai sarana pertukaran informasi. Beberapa sarana tersebut adalah:
Email, aplikasi ini memungkinkan pengguna internet bertukar pesan dengan orang lain dengan mengirimkan, mengelola, membaca, serta membahas pesan secara elektronik dengan cepat dan tepat.
  1. World Wide Web (www), atau lebih sering disebut website ini merupakan yang paling populer, sebab fasilitas ini menawarkan langsung alamat-alamat lain di internet melalui berbagai link yang disediakan. Fasilitas ini cepat sekali berkembang dengan berbagai kecanggihan dan kemudahannya.
  2. Multimedia, sebuah sistem komunikasi yang menawarkan perpaduan teks, grafik, suara, video, dan animasi.
  3. Hyperlink, merupakan spot-spot pada halaman web yang dapat diklik oleh pengguna untuk berpindah ke spot lain. Baik dalam website yang sama, maupun dalam website yang berbeda.
Berbagai karakteristik dan fitur canggih yang ditawarkan melalui internet tersebut, secara tidak langsung menunjukkan bahwa internet dapat memberikan dampak positif atau keuntungan dalam kegiatan humas. Asumsi tersebut diperkuat dengan pendapat Holtz (2002) mengenai beberapa keuntungan penggunaan internet bagi humas, yakni:
  1. Informasi cepat sampai kepada publik
  2. Internet dapat berfungsi sebagai iklan, media, alat marketing, sarana penyebaran informasi dan promosi.
  3. Siapapun dapat mengakses internet
  4. Tidak terbatas oleh ruang dan waktu
  5. Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung.
Sederet kelebihan dari internet tersebut, tentu saja segera disambut baik oleh para praktisi PR untuk melakukan aktivitasnya dengan cara membuat berbagai macam publikasi di internet, salah satunya melalui website. Website menurut Yuhefizar (2009) adalah keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi. Domain adalah sebuah nama unik yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau lembaga atau organisasi yang bisa diakses melalui internet. Sebuah website biasanya dibangun atas banyak halaman web yang saling berhubungan. Hubungan antara satu halaman web dengan yang lainnya disebut hyperlink. Sedangkan teks yang menghubungkan media tersebut disebut hypertext.
Fungsi dan Karakteristik Website
Website menjadi sebuah bagian yang integral strategi komunikasi bagi publik yang komprehensif. Sebuah website dapat membantu untuk memperkenalkan sebuah organisasi dan pesan kunci kepada publik dengan menyediakan berbagai macam informasi mulai promosi, pemasaran, dan informasi pendidikan dalam satu pusat lokasi. Koneksi elektronik ini memungkinkan semua orang diseluruh dunia untuk belajar, mengajar, bertukar informasi, dan jual beli produk dan jasa.
Informasi dalam suatu situs web secara umum dapat dikategorikan menjadi 3 macam, yaitu:
  1. Informasi yang bersifat umum (berita online, info pelayanan umum, dan sebagainya)
  2. Informasi komersial
  3. Informasi khusus (web dengan isi informasi tentang suatu lembaga, atau informasi dalam berbagai kategori).
Menurut Yuhefizar (2009), website memiliki dua sifat, yaitu:
  1. Website dinamis; merupakan sebuah website yang konten atau isinya selalu berubah-ubah setiap saat. Misalnya website berita.
  2. Website statis; merupakan sebuah website yang konten atau isinya jarang berubah. Misalnya website profil organisasi.

SUMBER


Materi Alat PR Digital



Alat PR Digital
Publik Relations menggunakan media elektronik sebagai alat untuk membangun hubungan antara bisnis disuatu perusahaan dan public audience merupakan hal yang sangat penting, dan internet mampu melakukan semuanya. Public Relations menggunakan media internet sebagai alat dalam berkomunikasi. Itu mengacu pada media elektronik internet yang biasa disebut dengan digital PR. Internet membuat PR dapat memperoleh feedback dari pelanggan atau pengunjung situs web seorang PR.
Digital PR bisa digunakan sebagai saluran komunikasi yang instan dan tidak terbatas. Digital PR adalah cara sebuah organisasi/perusahaan menyampaikan pesan kepada masyarakat yang luas. Kendali ada di tangan perusahaan dan tidak harus melewati sortiran dan filter dari media tradisional. Digital PR adalah bentuk komunikasi yang cepat, interaktif dan sangat terjangkau. Selain itu, informasi dapat disampaikan dan didapat dengan mudah dan real time. alah satu solusi digital public relations adalah memaksimalkan keberadaan viral communication dan sosial networking seperti Youtube, Friendster, Facebook, dan juga blog. Digital PR dapat meyentuh langsung ke target audience atau publik yang dituju dengan cara mentarget opinion leaders dan trendsetters dengan memaksimalkan potensi emails, blogs, e-newletters dan social networking untuk meraih communication objectives.
Dengan digital PR, potensi krisis dapat dihindari dan ditangani secara tepat dan cepat dengan memonitor issue menyangkut bisnis anda, industri dan kompetitor. Namun, ada juga yang perlu seorang PR perhatikan dalam menggunakan internet sebagai alat menyampaikan informasi yaitu PR harus menyadari bahwa khalayak dapat mengakses Press Release yang dikirim melalui internet/server dengan kata-kata yang mudah dipahami.

See You Again........
SalamKomunitasPR

Materi Blog PR Digital



Blog PR Digital
Apa itu blog ?
Blog adalah situs web yang berisi tulisan, artikel atau informasi bermanfaat yang diupdate secara teratur dan dapat diakses secara online baik untuk umum maupun pribadi. Blog merupakan bagian dari website (situs web). Dengan kata lain, sebuah blog sudah pasti merupakan sebuah website, tapi sebuah website belum tentu sebuah blog. Perbedaan blog dan website biasanya dilihat dari sisi:
  1. Kepemilikan
  2. Tampilan
  3. Domain – Hosting
  4. Gaya Bahasa

Blog biasanya dimiliki individu atau perorangan yang hobi menulis yang disebut blogger sedangkan website, biasanya dimiliki lembaga atau perusahaan. Tampilan blog biasanya lebih simple daripada website.
Fungsi Blog Untuk PR (Public Relations)
Dalam era konvergensi media seperti saat ini, situs jejaring sosial dinilai memiliki kekuatan yang besar dalam mempersuasi masyarakat. Selain itu situs jejaring sosial juga dapat dikategorikan sebagai alat publisitas yang efektif dalam membuat strategi branding, membangun citra, Salah satu media jejaring social yang membantu PR dalam membangun citra positif perusahaan dan memperkenalkan profil, serta produk perusahaan adalah blog. Blog bagi perusahaan sebenarnya bukanlah sebuah solusi akhir untuk pemasaran. Perusahaan tidak dapat menggantungkan pemasaran produk sepenuhnya pada blog. Namun demikian, penggunaan blog bagi perusahaan saat ini mungkin menjadi sesuatu yang wajib.
Blog dapat digunakan untuk mem-publish pengumuman, berita, acara, artikel maupun produk baru suatu perusahan. Blog untuk PR dapat menjadi media untuk membangun ‘company branding’. Perusahaan dapat menyajikan artikel, jurnal atau hasil penelitian yang berkenaan dengan produk dan layanan yang ditawarkan oleh perusahaan. Bagi internal perusahaan, blog juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan kolaborasi antar karyawannya. Setiap karyawan didorong untuk menuliskan segala hal mengenai perusahaan, baik berupa usulan, komentar, ide, saran maupun kekecewaan dalam blognya masing-masing.
Blog merupakan media online yang cocok untuk digunakan oleh seorang PR. Blog juga merupakan salah satu media bagi seorang PR dalam menginformasikan perubahan mengenai informasi perusahaannya. Apa kelebihan menggunakan blog sebagai media PR dibandingkan dengan media lainnya?
  • Blog untuk PR itu murah dan muda
  • Memiliki peluang untuk muncul di search engine
  • Memudahan stakeholder untuk berinteraksi

SUMBER



Jumat, 10 April 2020

Materi Publisitas PR Digital



PUBLISITAS PR DIGITAL
A. Publisitas
Bisa diterjemahkan sebagai pesan yang direncanakan dan dilakukan untuk mencapai tujuan lewat media tertentu dari organisasi tanpa pembayaran tertentu pada media. Secara umum publisitas adalah penempatan berupa artikel, tulisan, foto, atau tayangan visual yang sarat nilai berita baik karena luar biasa, penting, atau mengandung unsur-unsur emosional, kemanusiaan, dan humor secara gratis dan bertujuan untuk memusatkan perhatian terhadap suatu tempat, orang-orang, atau suatu institusi yang biasanya dilakukan melalui penerbitan umum.
Menurut KBBI publisitas adalah penyiaran tentang sesuatu atau seseorang kepada masyarakat luas melalui pelbagai media. Lawrence dan Dennis L. Wilcox (pakar humas dari San Jose State University) juga menyatakan publisitas sebagai informasi yang tidak perlu membayar ruang-ruang pemberitaannya/penyiarannya, namun disaat yang sama tidak dapat dikontrol oleh individu/perusahaan yang memberikan informasi, sebagai akibatnya informasi dapat mengakibatkan terbentuknya citra dan memengaruhi orang banyak dan dapat berakibat aksi dimana aksi ini dapat menguntungkan atau merugikan saat informasi di publikasikan. Dan Menurut Herbert M. Baus yaitu sebagai pesan yang direncanakan, dieksekusi, dan didistribusikan melalui media tertentu untuk memenuhi kepentingan publiknya tanpa membayar kepada media.
B. Bentuk-Bentuk Publisitas
  1. Pure Publicity : caraq mempublikasikan diri kepada publik melalui aktivitas kemanusiaan sebagai wujud dari interaksi sosial dan kultural secara murni.
  2. Free Publicity : publisitas yang dilakukan oleh seseorang secara bebas tanpa mengeluarkan uang untuk membeli media dan disiarkan tanpa adanya permintaan khusus maupun paksaan; atau ketika media sedang meliput peristiwa lainnya.
  3. Tie-In-Publicity : dengan memanfaatkan extraordinary news (kejadian sangat luar biasa). Contoh : dengan tampil menjadi pembicara di sebuah forum yang diselenggarakan salah satu pihak, menjadi sponsor gerakan anti narkoba, turut berpartisipasi dalam pertandingan olahraga di sebuah daerah.
  4. Paid Publicity : cara mempopulerkan diri lewat pembelian rubrik atau program di media massa. Contoh : pemasangan advertorial, iklan spot, iklam kolom, display, bloking time program di media massa. Secara sederhananya dengan menyediakan anggaran khusus untuk belanja media.

C. Unsur-Unsur Publisitas
  1. Adanya sumber publisitas : dari penginisiatif, perencanaan, penggagas sebagai sumber informasi.
  2. Adanya message : bersifat informatif, persuasif, konstruktif, destruktif tentang sesuatu, baik orang, even, barang, jasa, aktivitas dan peran.
  3. Adanya media : ruang publik, gedung, tempat umum, dinding, tiang plafon, alat transformasi, ruang media massa.
  4. Ada managemen kegiatan/aktifitas (POAC).
  5. Adanya audiens (Khalayak).
  6. Tujuan.

D. Publisitas Dalam PR Digital
Digital PR mempermudah praktisi PR dalam membentuk opini public, karena tidak perlu melalui wartawan untuk menginformasikan tentang kebijakan-kebijakan yang terjadi di perusahaan. Tetapi praktisi PR juga perlu membina hubungan yang baik dengan media massa agar berita yang diekspose oleh nedia massa tidak merugikan citra dari perusahaan atau oerganisasi. Publisitas PR Digital, fasilitas-fasilitas yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : E-BUSINESS CARD atau disebut juga SIGNATURE FILE (SIG.FILE) (sig.file).
Sebuah citra yang terbentuk dari sebuah kartu nama elektronik merupakan sebuah cara agar citra yang kita bentuk dapat meraup perhatian di jagad dunia maya ini. Membangun brabd image, seperti kita ketahui pengaruh brand image di dunia maya sangat besar karena di dunia online (baik perusahaan online maupun offline) memberi peluang dan tantangan besar dengan potensi dalam membangun hubungan yang bersifat one-to-one. Dengan adanya kartu nama elektronik ini maka setiap apa yang akan dipublikasikan ke jagad dunia maya dapat mendongkrak citra perusahaan. Hal ini dikarenakan pengguna internet tiap harinya makin meningkat. Informasi yang dibutuhkan juga akan semakin beragam dan saling bersaing antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Kriyantono, R. (2008). Publicrelationswriting: teknik produksi media publicrelations dan publisitas korporat. Jakarta: Prenadamediagroup.


Jumat, 03 April 2020

Materi Media Relations PR Digital


Media Relations PR Digital


Pentingnya hubungan public relations dengan media memang menjadi kajian yang menarik untuk dibahas. Bagaimanapun juga, public relations dan media massa adalah dua pihak yang saling bersinggungan dalam menyampaikan informasi kepada publik untuk membangun pengertian yang baik diantara keduanya.
Media Relations (Hubungan Media) disebut juga Press Relations adalah aktivitas menjalin hubungan baik dengan  wartawan, kalangan pers, atau media massa. Hubungan media merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi  dilakukan humas atau PR sebuah instansi. Tujuan utama media relations adalah membangun citra positif (image building) sebagai tugas utama humas. Media Relations dilakukan guna memperoleh publisitas, pemberitaan, atau liputan media seluas mungkin.
Peran Public Relations tidak bisa dipisahkan dari Media. Hubungan Public Relations Dengan Media Massa seperti sisi mata uang yang saling berdampingan. Baik Public Relations maupun media, masing-masing saling mengisi dan melengkapi, untuk kepentingan yang  menguntungkan bagi kedua belah pihak. Pers mempunyai peranan penting dalam penyebaran informasi atau berita yang dibuat oleh Public Relations untuk membentuk opini public yang baik. Sedangkan Public Relations menjadi sumber informasi bagi pers untuk dijadikan bahan pemberitaan yang nantinya dipublikasikan melalui media massa.  Masyarakat juga dapat menggunakan pers sebagai penyalur aspirasi dan pendapat serta kritik masyarakat kepada pemerintah. Dalam hal ini, Public Relations Officer (PRO) harus memperlakukan semua media massa secara sama, sebab sikap yang tidak sama terhadap media justru dapat merugikan organisasi/perusahaannya.
Public Relations dalam suatu organisasi/perusahaan harus menjalin hubungan baik dengan pihak media. Hal ini penting, karena disatu sisi pihak media mendapatkan sumber berita yang berkualitas dengan penjelasan yang detail tanpa harus menganalisis berita, kemudian disisi lain pihak perusahaan mendapatkan media sarana publikasi.Tidaklah sulit untuk membangun hubungan dengan media, asalkan selalu tekun dan gigih dalam pelaksanaannya.

            Pengertian Media Relations


Media relations (hubungan media): membina hubungan baik dengan kalangan pers yang mengelola media cetak (surat kabar dan majalah), media elektronik (radio dan televisi), dan media massa online (news paper online, magazine online). (Ardianto, 211).
Media relations: suatu usaha untuk mencapai pemuatan atau penyiaran yang maksimal atas suatu pesan atau informasi (dari staf humas) dalam membentuk pengetahuan dan pemahaman khlayak orgnisasi atau perusahaan yang bersangkutan. (Jefkins dalam Ardianto, 2011).
Prinsip-Prinsip Media Relations
Memahami dan melayani mediaMembangun reputasi sebagai orang yang dapat dipercayaMenyediakan salinan naskah (news release/berita, foto)Bekerjasama dalam penyediaan materi Menyediakan fasilitas verifikasiMembangun hubungan personal yang kokoh. Keterbukaan dan kejujuranSelalu siap menerima wartawanJangan mencampurbaurkan siaran berita dengan pesanan untuk iklanJangan melebih-lebihkan atau mewarnai faktaSelalu siap untuk dikutip dan berhati-hati dalam membuat pernyataan. Hindari pernyataan off the record Jangan mendiskriminasikan mediaJangan mengeluh karena kesalahan kecil (salah cetak)Jangan membingungkan wartawanJangan menyalahkan redaktur jika suatu berita tidak dimuat. Jangan melangkahi wartawan (mengadu ke atasannya)Bantulah dengan berita (yang baik ataupun yang buruk).
 Kegiatan-Kegiatan Dalam Membina Media Relations
a    Press tour: diselenggarakan oleh suatu lembaga/perusahaan untuk mengunjungi daerah tertentu sekaligus berwisata.News release/press release (siaran pers): berita yang dibuat oleh staf PR dan diberikan pada wartawan dengan harapan bisa dimuat di media nya, baik secara utuh maupun setelah diedit. Dibuat secara singkat dengan mengandung unsur What, When, Where, Why, Who, How (5W1H).
b.      Special events: peristiwa khusus sebagai suatu kegiatan PR yang penting yang mampu meningkatkan pengetahuan dan selera publik. (peresmian gedung baru, open house, dsb). Merupakan sebuah publisitas (teknik penyiaran berita dalam media massa mengenai peristiwa yang direncanakan tanpa membayar).
c.    Press luncheon: mengadakan jamuan makan siang bagi para wakil media (wartawan) sambil disampaikan informasi terbaru tentang lembaga.
d.   Press interview (wawancara media): pejabat PR atau top manajemen diwawancarai oleh wartawan. Sifatnya lebih pribadi.
Fungsi Dari Media Relations
·       Meningkatkan citra perusahaan.
·   Meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.
·       Meningkatkan point of selling dari produk dan jasa.
·       Membantu perusahaan keluar dari komunikasi krisis.
·   Meningkatkan relasi dari beragam publik, seperti terhadap lembaga pemerintahan, perusahaan-perusahaan, organisasi kemasyarakatan, maupun individu.
Media Relations PR Digital
Ada yang mengatakan di era internet / digital saat ini, hubungan media tidak terlalu dibutuhkan. Salah, justru Media massa masih menjadi sumber informasi terpercaya, meskipun pihak instansi/perusahaan kini mampu publikasi sendiri informasi via media internet, situs web, atau akun media sosialnya. Namun, pola hubungan antara Humas (PR) dan wartawan (media) menjadi lebih personal dan intens. Informasi perusahaan dapat dikomunikasikan secara real time sekaligus beragam lewat akun media sosial pribadi praktisi PR.
Selain itu, pengertian hubungan media juga meluas. Dari yang semula hanya berupa hubungan dengan kalangan insan media, kini meluas menjadi hubungan dengan netizen atau pengguna akun media sosial dan pengguna website. Keterampilan praktisi PR atau staf Humas pun harus dikembangkan dengan skills manajemen konten website dan media sosial.
See You Again......
Sumber :
Nikmah Hadiati S, M.Si.2010.  PUBLIC RELATIONS Perspektif Teoritis Dalam Menjalin Hubungan Dengan Publik. Lunar Media : Pasuruan

Ilmu Jitu Berpikir

Mind Maping pertama kali dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang Psikolog dari Inggris. Beliau adalah penemu  Mind Map (Peta Pikiran), Ketua Y...