Senin, 30 Maret 2020

Materi PR Digital ?


PR DIGITAL
andi214aan@gmail.com
Perkembangan dunia global yang demikian pesat  menuntut media massa untuk bertransformasi dari konvensional menjadi digital. Media informasi seperti televisi, koran dan radio bukan lagi sumber informasi utama, masyarakat sudah beralih kepada media internet yang terbukti lebih update, cepat, dan praktis. Perubahan pola komunikasi  diera digital  dengan semakin meluasnya penggunaan  internet  diperkirakan  semakin mempercepat transformasi ke “pola komunikasi model baru”, yang menuntut adanya perubahan pola komunikasi pemerintah kepada publik.
Perbaikan tata kelola komunikasi pemerintah melalui perubahan cara pandang dan cara berpikir seyogyanya menjadi prioritas dari setiap pucuk pimpinan organisasi pemerintah, sehingga kerja nyata pemerintah mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari masyarakat. Pilihan strategi komunikasi pemerintah menjadi salah satu kunci dalam mengukur efektifitas penyampaian ide, program, dan gagasan pemerintah kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan bernegara.
Kegiatan kehumasan yang bersentuhan langsung dengan perubahan teknologi ini harus melakukan peningkatan kemampuan dan kapasitas seperti pembuatan berita, foto, video, komunikasi antar lembaga, dan media informasi. Hal ini sejalan dengan perubahan gaya komunikasi pemerintah dari komunikasi tunggal dan terjadwal serta tradisional berubah menjadi majemuk dan anytime dengan tidak hanya menggunakan media masa mainstream, namun berkembang menjadi micro/targeted channel (Kehumasan di Era Digital: youtube, blogs, instragram dll).
Konsep PR Digital
PR Digital tidak jauh berbeda dengan PR konvensional, yakni proses komunikasi strategis yang bertujuan untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan antara oraganisasi dan publiknya. Namun yang membuat keduanya berbeda adalah media komunikasinya. Bila PR konvensional mengerjakan event serta publiknya di media konvensional, PR digital lebih banyak menggunakan media yang berbasis internet. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesan yang positif, hubungan yang baik, dan meningkatkan visibilitas brand dan juga organisasinya.
Aktivitas PR Digital
Praktisi PR digital menciptakan dan menjaga citra positf dengan menampilkan pesan-pesan brand organisasi di media internet, seperti adanya website, blog, dan media lainnya. Selain itu, aktivitas dalam PR digital juga meliputi hal-hal seperti:
  • Mendengarkan percakapan publik tentang brand kita di media sosial.
  • Mendeteksi isu-isu di media sosial yang dapat mempengaruhi brand.
  • Menciptakan konten-konten brand yang menarik perhatian bagi publik.
Senjata PR Digital

Untuk menjaga citra dan membangun audiens online, PR digital menggunakan media berbasis internet yang telah tersedia dengan berbagai jenis, manfaat dan audiensi yang beragam.
Untungnya, tidak semua jaringan media tersebut akan digunakan dalam kampanye PR digital. Efektifnya, media yang dugunakan hanyalah media yang memang populer dan relevan dengan target audiensi yang akan menjadi sasaran. Mengambil contoh di Indonesia, berikut media yang umum digunakan dalam kampanye PR Digitial/Senjata adalah:
  • Media sosial : Twitter, Facebook, Instagram, Google.
  • Publikasi : Website, Blog (WordPress, Blogspot, Kompasiana, dll)
  • Video : Youtube
Manfaat PR Digital

Aktivitas PR telah diakui lebih efektif dan efesien dalam menyampaikan pesan-pesan brand kepada publik bila di bandingkan dengan iklan. Apalagi PR digital memungkinkan brand-brand untuk berbicara melalui media sosial yang mereka punya. Selain manfaat ekenomis, PR digital juga bermanfaat untuk:
  • Mendekteksi potensi isu yang berkaitan dengan brand di internet
  • Merespon isu lebih dini sehingga dapat mencegah krisis
  • Menyebarluaskan konten secara publik sehingga kesadaran publlik meningkat
Dengan PR digital, hubungan komunikasi antara brand dan organisasi haruslah di jaga dan publiknya terus terjaga dan saling menguntungkan.

Minggu, 29 Maret 2020

Materi Event Organizing

Event Organizing
andi214aan@gmail.com
Event Organizing (EO) dalam pengertian sederhana yang disebut sebagai Event Organizer adalah pengelola suatu kegiatan (Pengorganisir Acara). Setiap kegiatan yang akan diselenggarakan bertujuan untuk memperoleh keuntungan di kedua belah pihak yang bersangkutan, baik penyelenggara maupun yang hadir pada saat kegiatan berlangsung. Keuntungan ini tidak harus bersifat material namun juga bersifat non material.
            Bentuk sebuah Event Organizer sendiri sebenarnya telah di kenal di berbagai organisasi kemasyarakatan, lingkungan pekerjaan, maupun dalam lingkungan pendidikan (in-house production). Diantaranya; kepanitian peringatan HUT RI di lingkungan tempat tinggal kita, kepanitian Out Bond di lingkungan kerja, kepanitian ulang tahun sekolah yang di selenggarakan oleh OSIS, dan lain sebagainya.
EVENT ORGANIZER DALAM DUNIA USAHA
Perkembangan dunia usaha di Indonesia, dewasa ini telah memperlihatkan ke arah yang menggembirakan. Terbukti dengan semakin menjamurnya berbagai bentuk badan usaha yang bergerak dalam bidang barang maupun jasa, baik itu skala kecil maupun besar. Salah satunya adalah Event Organizer.
Dalam pengertian ini yang di maksudkan dengan Event Organizer lebih mengarah pada profesi, yaitu suatu lembaga baik formal maupun non formal, yang di percaya untuk melakukan kegiatan. Misal; peluncuran suatu produk baru, pesta, seminar, pagelaran musik, dan lain sebagainya, di sesuaikan dengan permintaan pengguna jasa atau inisiatif Event Organizer sendiri. Di sini yang membedakan sebuah event organizer dalam bentuk kepanitian (in-house production) dan event organizer yang mengarah pada profesi, dapat di lihat dari keberlangsungan event organizer tersebut.
 Apabila dalam bentuk kepanitiaan, setelah kegiatan selesai dilaksanakan maka selesai pula tugas orang-orang yang terlibat di dalam kepanitiaan. Sedangkan dalam event organizer yang mengarah pada profesi, meskipun kegiatan telah berakhir, akan tetapi kegiatan orang-orang di dalamnya akan tetap berlangsung.
TAHAPAN MENYELENGGARAKAN EVENT ORGANIZER
Untuk mewujudkan kesuksesan sebuah event merupakan sebuah kerja keras yang membutuhkan konsep yang jelas dan terarah. Di bawah ini beberapa tahapan strategis dalam menyelenggarakan sebuah event:
·         Konsep yang menarik dan kreatif
·         Proses tahapan pembuatan event
·         Eksekusi event yang signifikan
Dalam rencana pembuatan konsep event, kita harus kritis dengan apa yang sedang marak di lingkungan kita, baik lokal, nasional, maupun global (update). Setelah tema tercipta, maka kita harus memberikan perbedaan dalam konsep tersebut dari event organizer yang lain. Kita harus berani melakukan eksperimen dalam pembuatan konsep yang berbeda, bahkan jika perlu sesuatu yang belum pernah di bayangkan orang.   
Jelas itu sangat penting, karena itulah sebuah EO harus memiliki ide-ide kreatif. Kita tidak ingin membuat suatu acara hanya sebatas acara biasa. Tetapi alangkah baiknya jika acara tersebut dapat membuat kenangan tersendiri. Dari konsep inilah semua rancangan acara akan kita buat,” (Williem Hasli, Direktur Apple Advertising & Event Organizer).
Proses Tahapan Pembuatan Event :

  •  Mencari konsep yang kreatif
  •  Menuangkan konsep dalam suatu rancangan tertulis
  •  Membentuk team untuk event yang akan diselenggarakan
  • Membicarakan konsep dengan team dan membuat skema aturan mainnya (Kerangka Pikiran), kemudian menyusunnya dalam bentuk proposal
  • Menentukan pihak-pihak yang akan terlibat dalam event tersebut, dan membuat daftar tujuan proposal
  • Menyebarluaskan proposal, dengan cara yang tepat
  • Melakukan Follow Up terhadap proposal, dan memberikan batas waktu kepada calon sponsor
  •  Menghubungi seluruh supplier, pengisi acara, reconfirm venue dan seluruh atribut pendukung lainnya. Seperti, perizinan dan keamanan
  • Melakukan kontrak kepada semua pihak
  • Melakukan technical meeting dengan seluruh pengisi/pendukung acara
  •  Melakukan publikasi
  •  Merekruit sesuai dengan kebutuhan
  • Siap melakukan laoding dan akhirnya eksekusi
Eksekusi Event Yang Signifikan :

  • Pemilihan orang-orang yang berpotensi dan sesuai dengan posisi yang akan dilakukan di event tersebut, misal; stage manager, seksi perlengkapan, seksi dokumentasi, seksi konsumsi, dll..
  • Pemilihan supplier yang significant dan berkualitas, baik dalam hal perlengkapan, konsumsi, dll.
  •  Membuat rundown acara yang tidak boleh ada putusnya, tetap mengalir (padat).
  • Tepat waktu.
  •  Konsep event harus sesuai dengan apa yang telah dipresentasikan awal kepada klien.
  • Sesering mungkin meng-announce produk klien kepada audience, atau ucapan terima kasih.
  •  Menjaga keamanan dan ketertiban event sehingga tidak menelan korban jiwa atau sejenisnya.
  •  Hasil acara diliput di media cetak / elektronik
  • Kecerdasan atau kesanggupan seseorang itu terbagi: 1% adalah inspirasi, dan 99% adalah cucuran keringat atau usaha keras.
Aspek apa saja yang harus diperhatikan EO untuk mensukseskan bisnis ini? Ada empat aspek penting yang harus selalu diperhatikan dalam hal ini, yaitu :

  1. Pengalaman. Karena semua tidak ada di buku pelajaran, maka semua adalah soal jam terbang.
  2. Kreativitas. Persaingan mengenai event-event besar semakin banyak dan mirip. Dan menjadi tugas EO lah untuk membuat event tersebut menjadi lebih berbeda.
  3. Measurement. Tiap-tiap event harus dibuat key performance indicator (KPI) nya. Agar event tersebut dapat diukur baik quality maupun quantity nya
  4. Commitment. Banyak hal yang tak terduga bisa terjadi di lapangan. Dibutuhkan sebuah komitmen tinggi untuk bisa sesuai antara talk dengan action.



                                                                                   

Sabtu, 28 Maret 2020

Cemaskan 5 hal ini dalam Islam!!!


Diambil dari nasehat Hasan Basri yang mengajak kita untuk merenungi 5 hal yang paling pantas untuk selalu kita cemaskan. antara lain: 
 1. Ibadah kita 
  Adakah ibadah kita selama ini cukup pantas untuk diterima Allah SWT. Ataukah jangan-jangan shalat yang begitu banyak kita kerjakan itu hanyalah gerakan tanpa makna. Dan ataukah puasa dan amal kita hanyalah penghias hasrat semata. Bukankah misi hidup manusia didunia adalah beribadah pada ALLAH? lalu apa gunanya kita jika semua ibadah kita tidak diterima oleh ALLAH. Selayaknya kita selalu meminta pada ALLAH untuk memperbaiki ibadah kita dan terus menjaga niat kita hanya untukNya. 
2. Dosa-dosa kita 
  Sudah berapa banyak dosa yang kita lakukan selama kita hidup? Segala yang besar berasal dari yang kecil. kadang kita tertipu oleh dosa-dosa kecil. merasa dosa kecil tidaklah terlalu besar dampaknya. padahal semua yang besar berasal dari yang kecil. Bagaimana jika ibadah kita yang pas-pasan senantiasa dikikis oleh dosa yang membesar? Semoga ALLAH senantiasa menjaga kita dari dosa kecil dan besar. 
3. Surga dan Neraka 
   Surga dan neraka adalah konsekuensi dan keniscayaans hidup manusia setelah hari perhitungan. Hanya ada dua tempat itulah tempat kita kembali nanti. Sudahkah kita tahu betapa dasyatnya siksa neraka? dan sudahkah kita yakin akan kenikmatan surga? Sudahkah kita pantas memasuki surga? dan sudahkah kita yakin bisa terhindar dari siksa neraka? Semoga tempat kembali kita adalah tempat terbaik disisi ALLAH SWT. 
4. Masa lalu dan masa depan 
   Masa lalu adalah pelajaran berharga yang harus kita ingat baik-baik. sedangkan masa depan adalah sesuatu yang tidak pernah kita ketahui. Untuk itu, setiap hari kita diingatkan oleh ALLAH melalui setiap shalat kita untuk senantiasa diberikan petunjuk menapaki jalan yang lurus.  
5. Keridloan Allah atas semua tindakan kita  
   Dari semua hal yang kita lakukan dahulu, sekarang maupun yang akan datang, adakah kita yakin bahwa semua itu mendatangkan ridlo ALLAH? ataukah hanya hal sekedarnya yang tidak ada nilainya, atau bahkan membawa murka ALLAH? kita perlu senantiasa memperhatikan apa yang sedang dan kita lakukan. bisa jadi hal kecil yang kita lakukan dapat membawa nilai besar disisi ALLAH. baik itu nilai kebaikan, maupun nilai keburukan. 
Semoga Bermanfaat
@aan_andi9

Rabu, 18 Maret 2020

Ada Apa Dengan Perkuliahan Online dan E-learning?



Pepatah mengatakan, "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China". Sepertinya, pendidikan bisa mengubah kehidupan manusia menjadi lebih baik adalah sesuatu yang sudah sejak lama dipercaya. Dengan ilmu pengetahuan, bahkan Isaac Newton mampu menemukan kekuatan tak kasatmata dari Bumi, "gravitasi". Karena itu, kejarlah sang ilmu, tak peduli sejauh mana harus berlayar. 
Indonesia,  akhir-akhir ini didalam dunia pendidikan Perguruan Tinggi Rektor Universitas baik swasta maupun negeri mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang surat edaran Covid-19 atau mudah disebut dengan Corona. Dalam kebijakan surat edaran tersebut baik berupa sumber dari aparatur pemerintah Presiden Republik Indonesia, Gubernur, Bupati dan Desa Se-Indonesia tak lain tak bukan adalah subtansi tentang menjaga pola kesehatan tubuh manusia dalam  keselamatan dari Virus Covid-19 (Corona). 
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak adalah salah satu kampus Islam di Kalimantan Barat. Rektor IAIN Pontianak mengeluarkan surat edaran No : 03 Tahun 2020 Tentang  Kewaspadaan Dini, Siapsiagaan, Serta Tindakan Antisipasi Pencegahan Infeksi Covid-19 Di Lingkungan IAIN Pontianak. Ada subtansi yang menarik dari kebijakan yang telah di tentukan, yaitu Point pertama "Terhitung sejak tanggal 17 s.d 27 Maret 2020 perkuliahan dilaksanakan secara daring (Online) / e-learning/ WA Group/Mailing List/Penugasan bentuk lainnya di luar tata muka" Subtansi Kebijakan IAIN Pontianak. Nah.. Dari subtansi kebijakan yang menarik ini. Timbullah pertanyaan secara objektif dan subjektif  dari mahasiswa/i IAIN Pontianak. Tentang Kebingungan dalam perkuliahan Online. Beberapa teman mahasiswa/i, saya mulai wawancara melalui via komunikasi WA, terkait perkuliahan Online ini. 
Pertama, Irfan Hanafi Wakil Presiden Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, mengatakan bahwa kebijakan pemerintah tentang perkuliahan Online ini harus dievaluasi kembali mengingat, kebijakan pemerintah yang mengharuskan mahasiswa kuliah online karena adanya antisipasi penyebaran virus Corona di satu sisi bagus di satu sisi lain juga mesti ada sistem yang harus diperjelas dan diperbaiki diberlakukannya kuliah online dengan fasilitas kondisi yang tidak memungkinkan dosen memberikan kuliah secara online tidak memperbolehkan mahasiswa kuliah dari kelas tapi di sisi yang lain dosen mengharuskan mahasiswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan nya dengan menggunakan referensi dari buku, ini menjadi tanda tanya bagaimana kemudian mahasiswa diharus kan ada di rumah di satu sisi yang lain mereka dituntut untuk mencari referensi buku dan buku tersebut hanya ada di perpustakaan untuk mencari buku yang ada di perpustakaan tentu mereka harus keluar rumah dan pergi. Artinya begini diberlakukannya kuliah online atau e-learning ini juga harus dibarengi dengan sistem yang cocok dengan adanya kuliah e-learning, jangan kemudian peraturan yang dibuat atau diberlakukannya kuliah online dalam kurung e-learning ini tidak sesuai dengan peraturan yang dibuat atau sistem yang ada dalam perkuliahan online harus jelas harus sinkron antara kebijakan perkuliahan online dengan sistem yang  kemudian saya maksud adalah keselarasan antara kebijakan dengan sistem yang diberlakukan, percuma kebijakan itu dibuat namun tidak dibarengi dengan sistem yang selaras atau sesuai dengan
Kebijakan yang dilakukan oleh setiap Dosen/Tenaga Kerja IAIN Pontianak. begini posisi kita sebagai mahasiswa/i apakah harus mengikuti kebijakan yang diberikan dosen atau tidak, kita wajib mengikuti kebijakan yang diberikan oleh dosen yang di sisi lain kita harus pandai merekayasa kondisi yang ada artinya kebijakan dosen mengharuskan kita untuk menyelesaikan tugas kuliah dengan menggunakan referensi dari buku hari ini sudah banyak atau Google book itu sebagai alternatif untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen jangan kemudian karena kondisi yang tidak memungkinkan saat ini kita di satu sisi lain tertuntut untuk menyelesaikan tugas kita malah tidak mengikuti kebijakan yang diberikan dosen maka akibat yang akan kita dapatkan adalah despresi dalam perkuliahan. (Ujarnya Irfan Hanafi)
Kedua, ujar dari  Darul Husaini (Bendahara Departemen Eksternal, BEM Fakultas Dakwah, Mahasiswa Universitas Islam Bandung). Sesuai persepsi sendiri nya. Terkait kebijakan yang bersifat tidak dapat membuat semua pihak puas, untuk perkuliahan online memang tidak efektif dan efesien untuk diskusi. Dan yang sangat disayangkan mengapa kuliah online malah bersifat tugas yang banyak sedangkan efek kepada para mahasiswa/i bisa nambah lelah dan bukannya kelelahan dapat menimbulkan gejala-gejala yang harusnya dihindari? Kalo menurut saya selaku orang yang senang berdiskusi, kebijakan ini memang mau tidak mau harus diambil oleh pemerintah karena kondisi yang sedang terjadi yaa begini. Namun salah menurut saya ketika kuliah online ini bukan berupa diskusi malah menjadi lahan pemberian tugas yang akan lagi dan lagi menimbulkan kelelahan bahkan bisa sakit dengan tugas numpuk full 2minggu kan. Sedangkan seharusnya kita menjaga kesehatan dengan banyak istirahat dirumah agar menghindari gejala-gejala dari virus COVID-19 ini muncul.
Ketiga, Ujar, Farid Abdullah Lubis sebagai Presiden HMJ Komunikasi dan Penyiaran islam 2019 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta "Mengenai kebaikan pemerintah tentang Perkuliahan Online dan E-learning ini, sebenarnya ini kebijakan yang muncul akan momentum yang pada akhirnya memaksakan untuk hadirnya ataupun lahirnya kebijakan ini,  dan kalau kita tarik benang merah kenapa diadakan kebijakan ini. Pertama, pemerintah itu mengeluarkan inisasi yang menurut saya pribadi lebih mengarahkan ke positif, dalam artian bagaimana caranya virus Covid-19 enggak terlalu cepat menyebar di indonesia dengan cara apa?  Dengan cara kita menjaga jarak dan ada Hastag #dirumahaja. Pada akhirnya kebijakan ini sebenarnya masih sinkronan atau rasional untuk dilaksanakan di Indonesia saat ini. Cuma, di satu sisi ada pihak yang merasa di Untung kan dan ada pihak yang merasa di  merugikan. Untuk berbicara menguntungkan, kita bisa melihat.  pertama, penyebaran virus corona ini melambat dalam artian mengecil untuk skala cepat atau lambat nya penyebaran isu ini. Kedua, bagaimana caranya kita untuk bisa memanfaatkan media digital yang mungkin saat ini pendidikan di Indonesia sangat di gembor oleh Menteri Nadiem Makarim yang berusaha untuk mengambil ataupun memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia yang lebih modern, canggih apapun simple tapi makna dari  pendidikan itu ada dan tetap bermakna. Kemudian positif nya adalah bagaimana kita mengefesiensi waktu kita yang mungkin cara ini sudah dilakukan di negara-negara lainnya, nah itu untuk sifat menguntungkan nya. Tapi untuk sifat yang di rugikan ataupun untuk orang yang di rugikan. Pertama, seperti via industri yang mana setiap penggawai nya itu  tidak datang ke kantor akhirnya produksi kantor pun mulai menurun. Kemudian yang kedua, dari sifat harmonisasi di kelas. karena, kalau kita berbicara dikelas semua orang berhak berpendapat, berargumentasi, dan untuk mengeluarkan Ideologi nya. Tapi dalam satu sisi, pada saat E-learning dilakukan akhirnya hanya beberapa orang saja mengikuti ruh perkuliahan kalau dia ketinggalan bagaimana, otomatis dia tidak mengikuti perkuliahan kan. Pada akhirnya ada sistem pendidikan yang tidak berjalan dengan baik. Kemudian untuk tahap kerugian nya juga ada beberapa bidang yang merasa kerugian seperti sekolah/perguruan tinggi contoh dari guru Honor dan mahasiswa. Pertanyaannya apakah mahasiswa merasa nyaman dengan E-learning itu? Nah.. Kalau di UIN Jakarta sendiri sudah menerapkan itu. Tapi permasalahan nya adalah, pertama adalah sinyal, karena enggak semua mahasiswa sinyalnya bagus, dan enggak mahasiswa punya Laptop dan Handphone. Kedua, malah banyak tugas Take Home dari pada untuk berargumentasi dan berpikir luas tentang mata kuliah, ini seakan-akan dosen memberi kita tugas tapi seakan-akan kita dibunuh untuk sifat demokrasi kita berpikir dalam artian kita harus mengikuti arus pendidikan dia, dari pada di kelas kita bebas berpendapat apa saja. jadi seakan-akan dengan E-learning ini ada plus dan minus nya tergantung perspektif kita mau ke mana. Jadi kalau kita berpikir positif maka positif lah yang akan keluar begitu juga dengan berpikir negatif maka negatiflah yang akan keluar. (Ujar Farid Abdullah Lubis). 
#dirumahaja 
#mahasiswacerdas



Minggu, 15 Maret 2020

Mengenang Pahlawan Indonesia?



Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Pahlawan darah yang tumpah untuk Indonesia, 17 Agustus 1945 ketika di seluruh negeri mendengar pekik merdeka dan 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia telah mencapai cita-cita merdeka. Kata merdeka menjadi bersatu pada bahu membahu berjuang pantang menyerah terus menyerang. Merdeka pun menjadi semangat patriot terpatri didalam jiwa yang takkan luntur meski nyawa taruhan nya. Merdeka adalah setiap darah yang tertumpah tidak akan menjadi sia-sia, karena demi bangsa yang merdeka tidak ada yang sia-sia. Merdeka pun menjadikan mereka yang gugur akan selalu terkenang, mereka yang gugur telah menunaikan cita-cita, mereka yang gugur telah berjuang demi satu kata yaitu MERDEKA. Merdeka atau mati bukanlah hanya semboyan. Lebih baik mati dari pada tidak merdeka, untuk apa hidup kalau hidup tertawan, lebih baik mati daripada pasrah dan menyerah. Cita-cita sudah digapai, janji sudah di tunaikan. Kita telah merdeka merdeka merdekalah sampai selama-lamanya. Pahlawan terimakasih untuk hadiah ini kami berjanji akan terus menjaganya, meneruskan perjuanganmu di negeri ini, menjaga kehormatan dan bangsa selama-lamanya. Betapa kami tak akan sanggup menghinakannya, karena darahmu telah tertumpah untuk kami para penerusmu ini, karena darah dan jiwa patriotmu telah mengalir didalam sanubari, betapa itulah kami tak sanggup mengingkarinya. Terimalah penghargaan dari kami penerus perjuanganmu ini, Terimalah doa dari kami yang kau perjuangkan, tenanglah kau di sana PAHLAWAN. Sebagai regenerasi penerus yang hanya menikmati kemerdekaan dari perjuangan para pahlawan kita, sudah sepantasnya kita menghargai jasa merdeka dengan menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini, NKRI harga MATI. Tuhan tidak akan mengubah nasib sebuah bangsa, sebelum bangsa itu sendiri mengubahnya (Bung Karno). Dalam menghadapi musuh, tak ada yang lebih mengena dari senjata kasi sayang (Tjuk Nyak Dhien). Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita (Muhammad Hatta). Kita itu boleh punya prinsip asal jangan fanatik, karena fanatik itu ciri orang bodoh. Sebagai orang islam kita harus tunjukkan, kalau kita bisa bekerja sama kepada siapapun, asal 'Lakum Dinikum Waliyadin'. Agamamu, Agamamu, Agamaku, Agamaku (KH. Ahmad Dahlan). Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka, lebih baik kita hancur libur dari pada tidak merdeka (Bung Tomo). Jika engkau malu dan takut berbuat suatu kebaikan, maka tak akan kau temui kemajuan sedangkan pun (Soerkarno). 
#CatatanSejarahIndonesia. 

Sabtu, 14 Maret 2020

Pesan Untuk Hamba KALBAR - Kota Pontianak


Virus Corona, sebab virus corona kita disibukan mencari dan menjual masker untuk dipakai, agar terhindar dari virus corona?  Hari ini justru kita lupa bahwa 1400 tahun yang lalu Rasulullah Sholallahhualahi Wasallam berpesan kepada umatnya,  "Bahwa di akhir zaman nanti akan banyak wabah dan penyakit yang melanda manusia di dunia, hanya umat ku yang terhindar, karena memelihara wudhu nya, begitu lah cara Allah SWT memberi syariat, yang maha dahsyat kepada hamba nya didunia. 
@aan_9899

Kamis, 12 Maret 2020

Perkuat Program Kemahasiswan, Ormawa FUAD IAIN Pontianak Gelar Rapat Kordinasi Bersama Pimpinan Fakultas



PONTIANAK – fuad.iainptk.ac.id, Organisasi Kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Ushuludddin, Adab, dan Dakwah IAIN Pontianak gelar rapat kordinasi bersama Wakil Dekan III (Dr. Hj. Fitri Sukmawati, S. Psi., M. Psi., Psikolog) Kabag TU. Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak (Muhammad Syahrun, SE.MM.), Kasubag Akademik, Kemahasiswaaan dan Alumni (Rahmida, S. Ag). bertempat di Ruang Rapat Pimpinan FUAD IAIN Pontianak, Selasa, 10/11 sore.
Rapat ini adalah rapat penguatan kolaborasi program kerja antar Ormawa FUAD dengan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak.
Beberapa Ketua organisasi mahasiswa menyampaikan Hasil Laporan yang sudah dilakukan mulai dari Upgrading sampai Rapat Kerja (Raker) tingkat Senat Mahasiswa Fakultas, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas, serta Himpunan Mahasiswa Program Studi Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak.
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa FUAD  IAIN Pontianak Andi  menyampaikan beberapa program yang akan dilaksanakan di bulan Maret ini adalah kegiatan MAKRAB Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak yang akan di dukung oleh Organisasi Mahasiswa Fakultas,
Dirinya juga meminta dukungan terhadap Wadek III FUAD IAIN  IAIN Pontianak dan seluruh Ketua Organisasi Mahasiswa demi terjalinnya silahturahmi ataupun kolaborasi kegiatan Ormawa dan Fakultas.
Ketua Senat Fakultas, Rusli juga memaparkan laporan program yang akan digelar SEMAF yakni  Sosialisasi Fungsi dan peran Senat Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak kepada Mahasiswa Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah
Wadek III Bagian Kemahasiswaaan dan Alumni Dr. Hj. Fitri Sukmawati, S. Psi., M. Psi., Psikolog menyarankan ormawa untuk melakukan rapat seluruh Ormawa FUAD untuk menjalin silahturahmi dan kolaborasi kegiatan”
“Ormawa. Artinya harus saling Bersinergi diantara kegiatan baik Hmps maupun semaf dan demaf.” Ujarnya
Kabag TU Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah, Muhammad Syahrun, SE.MM berharap hasil Upgrading dan Rapat Kerja dapat dituangkan secara tertulis sebagai bahan  analisisa kegiatan berikutnya serta sebagai acuan berikutnya serta mudah untuk di pertanggung jawabkan oleh pengurus Ormawa FUAD kedepan.
Penulis Andi
Editor: Sri Wahyuni

Rabu, 11 Maret 2020

Bosan BerHMI

Tempo lalu Jendral Soedirman pernah mengartikan bahwa HMI bukan hanya sekedar Himpunan Mahasiswa Islam. Karena bila kita melihat History masa lalu, Organisasi ini telah memberikan dedikasi yang cukup besar dalam proses keberjalanan sejarah perjuangan bangsa indonesia. Sehingga Jendral Soedirman mengartikan Bahwa HMI adalah HARAPAN MASYARAKAT INDONESIA di sisi lain karena melihat realitas bangsa indonesia yang mayoritas beragama islam. Sang TNI juga mengartikan bahwa HMI adalah Harapan Masyarakat Islam Indonesia. 
Berkat wacana tersebut yang biasa di orasikan oleh para pemateri pasca Mapera di barengi dengan semngat dan motivasi yang membara menjadikan saya yakin bahwa HMI adalah tempat terbaik untuk menggembleng dan menempa diri dalam rangka menggali potensi dan mencari jati diri. Tetapi ada satu hal yang harus digaris bawahi, exsistensi HMI semakin memudar seiring dengan banyaknya permasalahan dan problematika yang terjadi terutama didalam tubuh HMI. NDP yang menjadi pijakan utama dalam membentuk pola pikir, gerak dan tingkah laku serta membangun karakter seakan sudah tak berpengaruh lagi. Misi suci yang terkandung dalam Mission HMI seakan tak di perdulikan lagi, indepedensi yang seharusnya dijaga dan di pertahankan dalam setiap diri beserta oraganisasi sudah terhianati.
Bangkitlah kalian wahai kader umat dan bangsa. Kembalilah kepada jalan suci, sisihkan dulu kepentingkan pribadi aku yakin dalam tubuh organisasi ini masih ada orang-orang yang berjuang sesuai hati nurani (fitrah) dalam usaha mencapai dan mengharapkan Ridho Ilahi Rabbi. 
YAKINKAN DENGAN ILMU
USAHAKAN DENGAN ILMU
SAMPAIKAN DENGAN AMAN
Yakin Usaha Sampai
HMIKOMISARIATDAKWAH.CABANGPONTIANAK
Dear Story Kader 

Ilmu Jitu Berpikir

Mind Maping pertama kali dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang Psikolog dari Inggris. Beliau adalah penemu  Mind Map (Peta Pikiran), Ketua Y...