INTERAKTIF DIGITAL PR
Interaktif secara umum memiliki arti komunikassi dua arah
atau lebih dari komponen-komponen komunikasi. Lebih simplenya, interaktif
berarti komunikasi aktif antara komunikator dan komunikan.
Menurut Warsita 2008 Interaktif merupakan hal yang terkait
dengan komunikasi dua arah atau suatu hal yang bersifat saling melakukan aksi,
saling aktif dan saling berhubungan serta mempunyai timbal balik antara satu
dengan lainnya.
Jika interaktif dihubungan dengan digital PR maka
interaktif Digital PR adalah penggunaan perangkat dan teknologi internet yang
meliputi hubungan media baru. Media baru tersebut adalah media yang berkembang
pada era komunikasi interaktif, seperti blog, mesin pencari, dan pemasaran
media sosial untuk keperluan komunikasi dua arah antar organisasi (perusahaan)
dengan publiknya. Dalam
interaktif digital PR misalnya khalayak atau masyarakat tidak hanya selalu
melihat informasi yang disuguhkan oleh perusahaan atau organisasi, tetapi
bisa turut aktif berkomunikasi, berkomentar menyampaikan pendapatnya terkait
informasi yang diberikan oleh pihak perusahaan atau organisasi tersebut.
Komunikasi yang terjalin lebih interaktif tentu akan menyenangkan, baik untuk
khalayak sasaran maupun pihak PR perusahaan sendiri. Dengan adanya komunikasi
interaktif, maka pihak perusahaan / organisasi sudah dapat menciptakan citra
yang baik dihadapan khalayak konsumen.
Interaktif digital PR menyatukan semua bentuk
komunikasi kemudian Interaktif
digital PR juga memiliki kelebihan seperti memungkinkan komunikasi langsung dan
cepat antara perusahaan/organisasi dengan publik sasaran, pelanggan, dan calon
pelanggan. Namun, dimana ada kelebihan disitu pasti ada kelemahan. Seperti
halnya interaktif digital PR, tidak hanya memiliki kelebihan, tetapi juga kelemahan
misalnya umpan balik dari publik yang tidak selalu bersifat positif, malah
sebaliknya menjadi boomerang bagi perusahaan, karena tidak sesuai dengan yang
diharapkan pihak perusahaan. Misalnya seorang praktisi PR kurang sensitif
mengelola isu, salah ucap, atau salah menempatkan diri dalam situasi sosial di
dunia maya. Oleh karena itu, praktisi PR Digital ditantang harus mampu
mengantisipasi hal tersebut terjadi, guna tetap menjaga citra dan reputasi
perusahaan sesuai visi dan misi perusahaan itu sendiri.
Thanks,,,,
Semoga Bermanfaat JJJ
SUMBER

Tidak ada komentar:
Posting Komentar