Jumat, 01 Mei 2020

Materi Interaktif Digital PR




INTERAKTIF DIGITAL PR
Interaktif secara umum memiliki arti komunikassi dua arah atau lebih dari komponen-komponen komunikasi. Lebih simplenya, interaktif berarti komunikasi aktif antara komunikator dan komunikan.
Menurut Warsita 2008 Interaktif merupakan hal yang terkait dengan komunikasi dua arah atau suatu hal yang bersifat saling melakukan aksi, saling aktif dan saling berhubungan serta mempunyai timbal balik antara satu dengan lainnya.
Jika interaktif dihubungan dengan digital PR maka interaktif Digital PR adalah penggunaan perangkat dan teknologi internet yang meliputi hubungan media baru. Media baru tersebut adalah media yang berkembang pada era komunikasi interaktif, seperti blog, mesin pencari, dan pemasaran media sosial untuk keperluan komunikasi dua arah antar organisasi (perusahaan) dengan publiknya.  Dalam interaktif digital PR misalnya khalayak atau masyarakat tidak hanya selalu melihat  informasi yang disuguhkan oleh perusahaan atau organisasi, tetapi bisa turut aktif berkomunikasi, berkomentar menyampaikan pendapatnya terkait informasi yang diberikan oleh pihak perusahaan atau organisasi tersebut. Komunikasi yang terjalin lebih interaktif tentu akan menyenangkan, baik untuk khalayak sasaran maupun pihak PR perusahaan sendiri. Dengan adanya komunikasi interaktif, maka pihak perusahaan / organisasi sudah dapat menciptakan citra yang baik dihadapan khalayak konsumen.
Interaktif digital PR menyatukan semua bentuk komunikasi kemudian Interaktif digital PR juga memiliki kelebihan seperti memungkinkan komunikasi langsung dan cepat antara perusahaan/organisasi dengan publik sasaran, pelanggan, dan calon pelanggan. Namun, dimana ada kelebihan disitu pasti ada kelemahan. Seperti halnya interaktif digital PR, tidak hanya memiliki kelebihan, tetapi juga kelemahan misalnya umpan balik dari publik yang tidak selalu bersifat positif, malah sebaliknya menjadi boomerang bagi perusahaan, karena tidak sesuai dengan yang diharapkan pihak perusahaan. Misalnya seorang praktisi PR kurang sensitif mengelola isu, salah ucap, atau salah menempatkan diri dalam situasi sosial di dunia maya. Oleh karena itu, praktisi PR Digital ditantang harus mampu mengantisipasi hal tersebut terjadi, guna tetap menjaga citra dan reputasi perusahaan sesuai visi dan misi perusahaan itu sendiri.
Thanks,,,,
Semoga Bermanfaat JJJ
SUMBER


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ilmu Jitu Berpikir

Mind Maping pertama kali dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang Psikolog dari Inggris. Beliau adalah penemu  Mind Map (Peta Pikiran), Ketua Y...