Renungan Perjuangan
Tepat dimalam hari aku merasakan kebahagiaan yang tidak terduga untuk bisa berangkat ke Kota Bandung yang sudah lama aku rencanakan dengan 3 orang teman kuliah ku, kami berusaha selalu mencari solusi selama berhari-hari mencapai target tanggal yang di tentukan bersama-sama untuk pasti atau tidak nya kami menginjak kan kaki di Kota Bandung tersebut.
Lalu dengan berputar nya waktu bahkan hari, kami berempat berusaha keras mencari solusi untuk itu, aku selaku salah satu dari mereka yang merasakan perjuangan sendiri demi bisa pergi ke Kota Bandung merasa menyerah dalam usaha itu, sebab semua solusi sudah aku coba dengan bismillah,Namun tidak mendapatkan hasil yang sesuai diharapkan.
Memang sang maha kuasa mempunyai kuasa dan rencana yang lebih baik untuk para pejuang, dimalam hari yang di basahi hujan, aku mendapatkan kado keistimewaan bahwa aku dan teman-teman semua nya bisa berangkat ke Kota Bandung. Aku merasa bangga dengan kebahagiaan itu sampai kebahagiaan itu aku ucapkan dengan teman-teman Di sekitar ku..
Namun, dibalik itu aku terbaring dan merenung dan mengingat kedua orang tua ku bahwa aku tidak pantas untuk berada di Kota Bandung tersebut. Lantas aku berpikir 'dari mana kah asal aku ini,orang tua ku hanyalah orang biasa yang tidak memiliki apa-apa, ya Allah aku disana nantinya jadi apa'. Tapi, Aku berkomitmen dalam keadaan seperti ini adalah ujian sang maha pencipta untuk aku bisa melewati kesusahan dan kesulitan suatu rintangan ini. Sebuah catatan yang menggoreskan hati ku dalam hal ini adalah pesan satu kalimat dari teman ku yaitu 'kamu niat tidak sih pergi ke Kota Bandung, kalau niat usahakanlah'. Sebuah coretan ini menjadi komitmen aku untuk bisa percaya bahwa sang pencipta selaku memberikan yang terbaik untuk para pejuang dijalannya dengan kehidupannya.
Ingat, buat teman-teman yang sedang berjuang kita adalah seorang pemenang jika kita bisa memenangkan sebuah rintangan ini, balasan sudah diatur dengan sang pencipta. Ingat sebuah rintangan perjuangan banyak cacian dan makian dari orang disekitar kita, namun satu yang harus kita teladani adalah sebuah keyakinan bahwa cacian dan makian itu adalah sebuah cahaya kesuksesan masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar